Jumat, 23 November 2012

KERANGKA KARANGAN


Topik : Kegiatan Acara Turnamen Basket  Antar Kampus Tahun 2009
            I. Kegiatan Pembentukan Panitia Basket
           II. Kegiatan Pembukaan acara
          III. Kegiatan Basket
          IV. Kegiatan Penutupan acara

Kegiatan Acara Turnamen Basket  Antar Kampus :

      1. Kegiatan Pembentukan Panitia
    1.1 Kegiatan Pemilihan Ketua Panitia dan Wakil Panitia
    1.2 Kegiatan Pemilihan Seksi-seksi Panitia
    1.3 Jadwal Rapat Panitia
    1.4 Penyusunan Anggaran
    1.5 Penyusunan Acara
    1.5.1 Penyusunan Acara utama
    1.5.2 Penyusunan Acara untuk penutup
    1.6 Acara Penutupan

     2.  Kegiatan Pembukaan Acara
   2.1 Sambutan dan Doa dari panitia
   2.2 Pertandingan Eksebisi

     3.  Kegiatan Basket
   3.1 Kegiatan Basket
   3.1.1 Babak Penyisihan
   3.1.2 Babak perempat final
   3.1.3 Babak Semifinal
   3.1.4 Perebutan Juara 3
   3.1.5 Final
  
     4.   Kegiatan Penutup
   4.1 Kata Sambutan
   4.1.1 Kata Sambutan Ketua Panitia
   4.2 Pembagian Hadiah
   4.3 Hiburan
   4.3.1 Sexy Dancer
   4.3.2 Band
   4.3.3 Street Ball
   4.4  Ucapan Terimakasih dan Kalimat Penutup oleh Ketua Panitia Penyelenggara Basket Ball
   

Kamis, 22 November 2012

PERKEMBANGAN PERBANKAN DI INDONESIA


Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Kata bank berasal dari Bahasa Italia  banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan. Dan Bank pun bisa dibilang adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit, atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

 Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.  Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan.

Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya.  Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk,simpanan giro,tabungan,dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat.  Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE. Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:

1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).

2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.

3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery).

4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.

5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar pada masa mendatang.

Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, jelas tergambar, karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa.

Jasa Perbankan

Jasa perbankan diberikan untuk mendukung kelancaran menghimpun dan menyalurkan dana. baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut:

a.     Jasa setoran seperti telepon, listrik, air
b.     Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiunan, atau hadiah
c.      Jasa pengiriman uang (transfer)
d.     Kliring
e.      Penjualan mata uang asing
f.       Penyimpanan dokumen
g.     Jasa cek wisata

Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa Eropa. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang.

Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syari’ah, dan juga BPR Syari’ah (BPRS). Dari waktu ke waktu kondisi dunia perbankan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan. Selain disebabkan oleh perkembangan internal dunia perbankan, juga tidak terlepas dari pengaruh perkembangan di luar dunia perbankan, seperti sektor riil dalam perekonomian, politik, hukum, dan sosial. Perkembangan faktor internal dan external tersebut menyebabkan kondisi perbankan di Indonesia dapat dikelompokan dalam 4 periode. Masing-masing periode mempunyai ciri khusus yang tidak dapat disamakan dengan periode lainnya. Deregulasi di sektor riil dan moneter yang dimulai sejak tahun 1980-an serta terjadinya krisis ekonomi di Indonesia sejak akhir tahun 1990-an adalah dua peristiwa utama yang telah menyebabkan munculnya empat periode kondisi perbankan di Indonesia sampai dengan tahun 2000.

Perubahan bank dari periode 1988 - 2002

1.     Periode 1988-1966
Dalam periode ini banyak  bank-bank   yang bermunculan berskala kecil dan menengah karena dikeluarkannya paket deregulasi 27 Oktober 1988.

2.     Periode 1977-1989
Dalam periode ini berbanding terbalik dengan periode sebelumnya karena banyak bank yang mengalami krisis keuangan dan perbankan. Bank Indonesia,Pemerintah,dan lembaga-lembaga masyarakat melakukan rekapitalis perbankan hingga menelan dana Rp 400 triliun.

3.     Periode 1999-2002
Krisis pun semakin parah pada periode ini bank Indonesia dan pemerintah melakukan pembenahan di sector perbankan dalam rangka melakukan stabilisasi system keuangan dan mencegah terulang nya krisis.

4.     Periode 2002-sekarang
Berbagai perkembangan positif pada sektor perbankan sejak dilaksanakannya program stabilisasi antara lain tampak pada pemberian kredit yang mulai meningkat pada inovasi produk yang mulai berjalan, seperti pengembangan produk derivatif (antara laincredit linked notes), serta kerjasama produk dengan lembaga lain (reksadana dan bancassurance)
Memasuki tahun 1990-an, BI mengeluarkan Paket Kebijakan Februari 1991 yang berisi ketentuan yang mewajibkan bank berhati-hati dalam pengelolaannya. Pada 1992 dikeluarkan UU Perbankan menggantikan UU No. 14/1967. Sejak saat itu, terjadi perubahan dalam klasifikasi jenis bank, yaitu bank umum dan BPR.

Berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tersebut diatur kembali struktur perbankan, ruang lingkup kegiatan, syarat pendirian, peningkatan perlindungan dana masyarakat dengan jalan menerapkan prinsip kehati-hatian dan memenuhi persyaratan tingkat kesehatan bank, serta peningkatan profesionalisme para pelakunya.
Dan kini perkembangan Perbankan di Indonesia sangat cepat sekali, dengan adanya bank-bank yang berdiri di Indonesia membuat para masyarakat dengan mudah menyimpan tabungannya di bank-bank yang sudah ada di Indonesia ini, dengan banyaknya simpatisan masyarakat terhadap bank-bank yang berdiri, menjadi salah satunya yang membuat perkembangan perbankan yang ada di Indonesia sangat pesat sekali perkembangannya.

Dizaman yang serba canggih ini semua kegiatan lebih tambah mudah. Contohnya kegiatan yang ada di perbankan yang memakai perkembangan teknologi yang sudah mulai banyak bermunculan, yang mempermudah menghubungkan antara nasabah dengan bank itu sendiri. Perbankan saat ini sangat dibutuhkan sekali oleh para kalangan masyarakat untuk melakukan transaksi-transaksi dengan mudah didalam negri dan antar negara sekali pun.

Dengan undang-undang tersebut juga ditetapkan penataan badan hukum bank-bank pemerintah, landasan kegiatan usaha bank berdasarkan prinsip bagi hasil (syariah), serta sanksi sanksi ancaman pidana terhadap yang melakukan pelanggaran ketentuan perbankan.
Untuk meningkatkan praktek kehati-hatian bagi perbankan, Bank Indonesia mengeluarkan Paket Kebijakan tanggal 28 Februari 1991 (Pakfeb 1991) tentang Penyempurnaan Pengawasan dan Pembinaan Bank, yang memulai penerapan rambu-rambu kehati-hatian yang mengacu pada standar perbankan internasional yang antara lain meliputi ketentuan mengenai Kewajiban Penyediaan Modal Minimum, Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif.

perkembangan perbankan di Indonesia mengalami pasang surut, dimulai dari adanya ketentuan deregulasi di bidang perbankan tahun 1988. Pemerintah memberikan kemudahan untuk mendirikan bank, cukup dengan setor modal sebesar Rp 10 milyar saja. Pada awal tahun 90an telah berdiri 243 bank dengan jumlah kantor sekitar 9.000 buah. Pada saat itu pemilik/pengurus bank kurang memperhatikan faktor prudential banking dan pengelolaan bank yang baik. Asas good corporate governance diabaikan sama sekali, bank dijadikan kasir untuk memenuhi kepentingan pemilik, sehingga dengan seenaknya memerintahkan pengelola bank untuk mengucurkan kredit kepada kroninya atau perusahaan yang terkait tanpa memperhatikan keamanan dan kemampuan untuk mengembalikan kreditnya. Banyak ketentuan bank yang dilanggar oleh pengurus maupun pengelola bank, sebagai contoh batasan maksimum pemberian kredit (BMPK) kepada grup pemilik 10% diberikan sampai 90% dari total kredit, pembebanan biaya pribadi dari pengelola kepada perusahaan. Definisi bank menurut UU No. 7 tahun 1992 yang telah disempurnakan dengan UU No. 10 tahun 1998 tentang perbankan yaitu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Perkembangan di Indonesia saat ini semakin membaik meski tekanan krisis keuangan global semakin terasa. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya keketatan likuiditas perbankan dan tumbuhnya total kredit perbankan. Perekonomian Indonesia masih mengalami pasang-surut, pemerintah melakukan kebijakan deregulasi dan debirokratisasi yang dijalankan secara bertahap pada sektor keuangan dan perekonomian. Salah satu maksud dari kebijakan deregulasi dan debirokratisasi adalah upaya untuk membangun suatu sistem perbankan yang sehat, efisien, dan tangguh. Dampak dari over regulated terhadap perbankan adalah kondisi stagnan dan hilangnya inisiatif perbankan. Hal tersebut mendorong BI melakukan deregulasi perbankan untuk memodernisasi perbankan sesuai dengan tuntutan masyarakat, dunia usaha, dan kehidupan ekonomi pada periode tersebut.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bank
http://www.newsbanking.com/2010/09/prospek-ekonomi-indonesia-2010-2011.html


Kamis, 08 November 2012

PERBEDAAN SISTEM PEREKONOMIAN ANTARA ORDE LAMA DAN BARU




PERBEDAAN SISTEM PEREKONOMIAN ANTARA ORDE LAMA DAN BARU

Di orde baru dan lama ini sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Setelah Indonesia Merdeka, ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap ada terjadi ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. 

Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5,1 (1971) menjadi 6,8 (1983) dan naik menjadi 9,8 (1997). Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0,29 (2002) menjadi 0,35 (2006). Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatan cukup tinggi, namun pada kenyatannya tidak merata terhadap masyarakat. 

Di karenakan adanya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) di orde lama walaupun kecil, korupsi sudah ada. Di orde baru hampir semua jajaran koruptor (KKN).
Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintah yang manipulasif dan tidak terkontrol. Sehingga pada masa pemerintahan orde baru, kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonom.
 
Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kesetabilan politik yang di jalankan oleh pemerintah. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan trilogo pembangunan, yaitu stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan pemerataan pembangunan.

Pada masa Orde lama (demokrasi terpimpin). Masa Pasca Kemerdekaan 1945-1950. Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, disebabkan oleh inflasi yang sangat tinggi karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga, dan juga adanya blokade ekonomi oleh belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri, kas negara kosong dan ekspolitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi ialah dengan cara, Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak perusahan Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumu belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahan tersebut. Tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan anka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun, pemerintah mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. Kebijakan –kebijakan ekonomi Pda masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).

SISTEM PEREKONOMIAN TAHUN 2008

Terjadi gejolak krisis keuangan global telah mengubah perekonomian dunia. Krisis global yang berawal dari Amerika Serikat pada tahun 2007,semakin dirasakan dampaknya ke seluruh dunia, termasuk ke negara yang sedang berkembang pada tahun 2008. Sejumlah kebijakan yang agresif di tingkat global yang telah dilakukan untuk memulihkan perekonomian. Kebijakan pemerintah baru dalam menempuh langkah yang serius dalam mengatasi, menjadi faktor positif yang dapat mengurangi pesimisme akan resersi yang berkepanjangan dan resiko terjadinya depresi. Sementara itu,kemauan negara-negara industri maju lainnya untuk berkoordinasi dalam kebijakan pemulihan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan keyakinan pelku pasar. Namun, proses berbagai lembaga keuangan memperbaiki struktur neracanya yang diperkirakan terus berlangsung, serta dampak umpan balik dari sektor riil ke sektor keuangan. Menyebabkan risiko dan ketidak pastian di pasar keuanagn global masih tinggi.

Di indonesia, mulai terkena imbasnya krisis mulai terasa terutama menjelang akhir 2008. Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6% sampai dengan triwulan III-2008, perekonomian Indonesia mulai mendapat tekanan berat pada triwulan IV-2008. Hal itu terlihat pada perlambatan ekonomi secara signifikan terutama karena anjloknya kinerja ekspor. Di sisi eksternal, neraca pembayaran Indonesia mengalami peningkatan defisit dan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan. Di pasar keuangan, selisih risiko dari surat-surat berharga Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang mendorong arus modal keluar dari investasi asing di bursa saham, Surat Utang Negara (SUN), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Secara relatif, posisi Indonesia sendiri secara umum bukanlah yang terburuk di antara negara-negara lain. Perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh sebesar 6,1% pada 2008. Sementara kondisi fundamental dari sektor eksternal, fiskal dan industri perbankan juga cukup kuat untuk menahan terpaan krisis global. Meski demikian, dalam perjalanan waktu ke depan, dampak krisis terhadap perekonomian Indonesia akan semakin terasa. 
Semakin terintegrasinya perekonomian global dan semakin dalamnya krisis menyebabkan perekonomian di seluruh negara akan mengalami perlambatan pada tahun 2009. Indonesia tak terkecuali. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2009 akan tumbuh melemah menjadi sekitar 4,0%, dengan risiko ke bawah terutama apabila pelemahan ekonomi global lebih besar dari yang diperkirakan. Penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut bukan sesuatu yang buruk apabila dibandingkan dengan banyak negara-negara lain yang diperkirakan tumbuh negatif. Oleh karenanya, upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mencegah dampak krisis ini meluas lebih dalam, melalui kebijakan di bidang fiskal, moneter, dan sektor riil, menjadi penting untuk dilakukan di tahun 2009.

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA PADA TAHUN 2009

Kondisi pada tahun 2009 terjadi krisis perekonomian global yang masih mengalami tekanan terhadap perekonomian indonesia pada sejumlah tantangan yang tidak ringan selama tahun 2009. Tangtangan itu cukup mengemuka pada tahun 2009,akibat masih kuatnya dampak krisi perekonomian global yang mencapai puncaknya pada triwulan IV 2008. Ke tidak pastian  yang terkait dengan kontraksi global dan sampai seberapa cepat pemulihan ekonomi global akan terjadi, bukan saja menyebabkan tingginyarisiko di sektor keuangan, tetapi berdampak negatif pada kegiatan ekonomi di sektor riil domestik. Kondisi tersebut mengakibatkan stabilitas moneter dan sistem keuangan pada triwulan I 2009 masih mengalami tekanan berat,sementara pertumbuhan ekonomi juga dalam tren menurun akibat kontraksi ekspor barang dan jasa yang cukup dalam. 

Kondisi ini menurunkan kepercayaan pelaku ekonomi di sektor kenuangan dan sektor riil, serta berpotensi menurunkan berbagai kinerja positif yang telah dicapai dalam beberapa tahun sebelumnya.

Menghadapi tantangan tersebut, Bank Indonesia dan pemerintah menempuh sejumlah kebijakan untuk menjaga ke stabilitas makro ekonomi yang lebih dalam melalui kebijakan stimulus moneter dan fiskal. Kebijakan pada tahun 2009 pada dasarnya merupakan lanjutan dari serangkaian kebijakan yang telah di tempuh oleh Bank Indonesia dan Pemerintah pada triwulan 2008. Serangkaian kebijakan itu tidak saja berhasil menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan , tetapi memperkuat daya tahan perekonomian domestik, sehingga kegiatan ekonomi dapat kembali membaik sejak triwulan II 2009. 

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kebijakan yang secara sistematis telah ditempuh untuk memperkuat fundamental ekonomi dan keuangan pasca krisis 1997/1998. Secara umum, perekonomian indonesia pada tahun 2009 telah mampu melewati tahun penuh tantangan tersebut dan hasilnya pun mencapai hasil yang cukup baik. Meskipun melambat dibandingkan dengan tahun 2008, pertumbuhan ekonomi tahun 2009 dapat mencapai 4,5%,tertinggi krtiga di dunia setelah China dan India. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar ditengah kontraksi perekonomian global dapat dihindari, karena struktur ekonomi yang banyak didorong oleh pemerintah domestik. 

Setelah mengalami tekanan berat pada triwulan I 2009,stabilitas pasar keuangan dan makro ekonomi juga semakin membaik sampai dengan akhir tahun 2009.Hal itu tercantum dalam indikator di sektor keuangan sepert Currency Default Swap (CDS), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), imbal hasil (yied) SUN, dan nilai tukar yang membaik. Sementara itu, inflasi tercatat rendah 2,78%, terendah dalam satu dekade terakhir.

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN 2010

Prospek Tahun 2010.Dalam penyampaian nota keuangan di depan DPR,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan,ekonomi indonesia 2010 diprediksi tumbuh sekitar 5,0 persen.Banyak pihak meyakini,pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih tinggi dari  itu sebabnya,dalam perdebatan di DPR,akhirnya disepakati perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen.

Optimisme semacam ini sungguh penting untuk memberi dorongan lebih besar baggi pelaku ekonomi untuk mencapainya atau bahkan melampauinya.Inilah kekuatan self fulfilling prophecy.

Secara rutin, saya mengamati perkembangan PDB nominal, yaitu PDB yang menggunakan harga sebagaimana dirasakan hari-hari ini. PDB nominal ini lebih mirip berbagai laporan keuangan perusahaan, sementara PDB riil lebih mirip perkembangan tonase produksi perusahaan. Ternyata PDB nominal Indonesia tumbuh tinggi.

Pada tahun 2008, saat perekonomian (PDB) riil tumbuh 6,1 persen, PDB nominal justru tumbuh 25 persen. Kuartal pertama 2009, pertumbuhan PDB nominal sebesar 16,9 persen dan pada kuartal kedua menjadi 10,9 persen. Dengan prospek pertumbuhan lebih tinggi pada kuartal ketiga dan keempat, diyakini PDB nominal akan naik sehingga secara keseluruhan pertumbuhan tahun 2009 berada sekitar 15 persen.

 Jika ini terjadi, PDB nominal kita akan mencapai sekitar Rp 5.700 triliun. Angka ini kurang lebih sama dengan prediksi PDB nominal sekitar 570 miliar dollar AS, seperti disebutkan sebelumnya. Dengan latar belakang itu, saat PDB riil diprediksi tumbuh 5,5 persen, PDB nominal 2010 akan tumbuh 15-18 persen.

Jika ini terjadi, sepanjang 2010, PDB nominal kita akan mencapai Rp 6.500 triliun-Rp 6.600 triliun. Ini berarti PDB per kapita tahun 2010, dengan catatan nilai tukar rupiah bergerak menguat sebagaimana terjadi akhir-akhir ini, akan berada pada 2.800 dollar AS-3.000 dollar AS.

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA DI TAHUN 2011

Prospek perekonomian indonesia 2011 menuju “Investment Grade”.
(Dimuat di majalah InfoBank edisi Oktober 2010)
Menjejaki akhir tahun 2010. Ada hawa optimis yang berhembus dalam ruang perekonomian indonesia. Dalam koran harian the new york times, edisi 5 agustus 2010 menyebutkan bahwa indonesia adalah sebuah model ekonomi, setelah melewati krisis lebih dari sepuluh tahun. Sementara financial times (12/08/2010) mengatakan perekonomian Indonesia merupakan macan yang tengah terbangun. Negeri ini merupakan salah satu target investasi yang menjanjikan.

Tidaakkah kita optimis menghadapi tahun 2011.

Tentu, kita harus layak optimis. Namun tetap harus waspada, karena ada beberapa tantangan struktural yang serius. Dalam menghadapi kegagalan kita mengelola persoalan-persoalan mendasar, justru akan menjebak kita. Kita hanya akan menjadi bangsa yang labil, karena hanya menjadi target investasi portofolio jangka pendek. Jika kita tengok kondisi sektor finansial kita yang meliputi pasar modal, uang , utang dan perbankan, nampaknya tak ada yang mengkuatirkan. Secara umum tingkat investasi Indonesia terus meningkat seiring dengan semakin turunnya  credit default swap (CDS) sebagai cermin dari resiko investasi. Bahkan Japan credit Rating Agency Ltd, (JCRA) telah menaikan peringkat Indonesia ke level “investment grade” atau BBB- pada bulan Juli lalu. Tidak menutup kemungkinan, lembaga pemeringkat lainnya juga akan menaikan rating Indonesia di tahun 20011.

Semantara ini, Mody’s masih menempatkan Indonesia dalam 2 tingkat di bawah level investasi (Ba2) dalam evaluasi Juni lalu.Demikian pula S & P yang pada bulan Maret mengevaluasi peringkat Indonesia dan menetapkan posisi BB+/stable. Dan Fitch Rating juga menempatkan Indonesia pada satu tingkat di bawah invesment grade, yaitu BB+. Selain bersikap optimis, nampaknya kita juga perlu bertanya: faktor-faktor apa sajakah yang akan menghambat kta masuk ke level investasi?
Ternyata tingkat profitabilitas ayng tinggi juga di topang oleh tingkat kesehatan bank ayng tinggi pula. Jika Basel Accord III diterapkan dipastikan sektor perbankan di Indonesia tidak akan menaglami masalah. Menurut data bank Indonesia yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2010, dari 113 bank yang ada di Indonasia hanya 8 bank yang tingkat kecukupan modalnya (capital adequecy ratio) di bawah 8 %. Sehingga untuk mengikuti aturan Basel tentang modal utama atau Tier 1 Capital sebesar 4,5 % yang harus tercapa pada 2013, dan 6 % pada 2019, tidak akan menjadi persoalan.
Secara umum prospek perekonomian indonesian tahun 2011 sangat menjanjikan. Dan dengan demikian potensi untuk memperoleh gelar investment grade bukanlah hal yang musthail. Tetapi tetap saja ada persoalan-persoalan yang harus segera diatasi. Dan jika tidak lagi-lagi kita berpotensi akan kehilangan kesempatan untuk kesekian kalinya, di berbagai bidang.

Daftar pusaka : Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM),Unika Atma Jaya, Jakarta. 2011 Perekonomian Indonesia Naik 6,5 Persen Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2011 akan tumbuh pada kisaran 6,3-6,5 persen, dengan tingkat inflasi berada pada posisi 5 persen, plus minus 1 persen.

Menurut Hartadi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih besar dibanding 2010, tercermin dari pertumbuhan pada kuartal IV yang mencapai 6,1 persen dan pada kuartal III sebesar 5,8 persen. Ia menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya pertumbuhan pada kuartal III dan IV 2010 karena masih lambatnya penyerapan belanja pemerintah.

Hartadi menambahkan, untuk mencapai pertumbuhan pada 2011 pemerintah harus mampu memperlambat derasnya arus modal baik yang masuk ke dalam maupun ke luar negeri.
"Pada sisi arus masuk modal (capital inflow) ke dalam negeri harus dijaga, jangan sampai terlalu besar masuk ke instrumen SBI (Sertifikat Bank Indonesia), karena SBI merupakan instrumen moneter bukan instrumen investasi," ujarnya.
Menurut Hartadi kalaupun ada likuiditas yang berlebih sebaiknya harus didukung dengan kebijakan pemerintah yang dapat mendorong penyerapan oleh sektor riil. Arus modal yang masuk mencapai 16 miliar dolar AS, di mana sekitar 10 persen di antaranya sudah masuk ke SBI.

Ia mengakui, SBI merupakan salah satu target investor karena masih memberikan margin yang cukup aktraktif, ditandai dengan banyaknya short term capital yang masuk ke instrumen tersebut.
Pada posisi seperti itu, terdapat tiga kondisi yang dihadapi yaitu, BI tidak bisa terlalu cepat menurunkan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), karena akan berdampak pada inflasi. BI berupaya memperpanjang jatuh tempo SBI dan mengalihkan instrumen SBI ke deposito berjangka (time deposit).

Pertumbuhan ekonomi akan didukung kondisi ekonomi makro yang stabil pada 2010 akan mendorong prospek ekonomi yang cerah dan akan direspon positif oleh investor.
Ia menambahkan konsumsi rumah tangga akan memberi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2011 sekitar 58,6 persen. Kinerja ekspor dan impor juga meningkat seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi global dan menguatnya permintaan dalam negeri. (ant/git)

 1 Macam Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi Liberal
Sistem Ekonomi Sosialis

 2  Sistem Ekonomi di indonesia 
Sistem Ekonomi Demokrasi
Sistem Ekonomi Kerakyatan
 
sumber : http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:PelakuPelaku_Ekonomi_Dalam_Sistem_Perekonomian_Indonesia_8.2_%28BAB_15%2http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/10/sistem-perekonomian-indonesia-16

http://mertodaily.com/index.php/component/content/article/36-domestic-economic-news/385-prospek-perekonomian-indonesia-2011

http://esq-news.com/ekonomi-bisnis/2010/12/15/2011-perekonomian-indonesia-n 

http://akirawijayasaputra.wordpress.com/2010/03/31/persamaan-dan-perbedaan-kebijakan-ekonomi-pada-masa-orde-lama-orde-baru-dan-reformasi/aik-65-persen.html 

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA


Definisi :  Sistem perekonomian indonesia
·         Cara suatu bangsa atau  negara dimana untuk mengatur kehidupan ekonominya agar bangsa tersebut tercapai kemakmurannya dan  kesejahteraan bagi rakyatnya.
Terdapat macam-macam sistem ekonomi di indonesia sebut saja  :
SISTEM EKONOMI TRADISIONAL  adalah sistem ekonomi yang masih terikat dengan adat istiadat,kebiasaan,dan nilai budaya setempat.Ciri-cirinya : Alat produksi sederhana, jumlah barang/jasa rendah, produktivitas rendah, masih barter, kegiatan ekonomi umumnya bidang pertanian,masyarakat sulit menrima perubahaan.
SISTEM EKONOMI KAPITALIS adalah sistem ekonomi yang memberikaan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih dan melakukan usaha sesuai keinginan dan keahliannya. Ciri-cirinya : hak milik perorangan di akui.
SISTEM EKONOMI SOSIALIS (ETATISME) adalah sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan,dilaksanakan,dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Ciri-cirinya : Alat-alat dan fator produksi dikasai negara dll.
SEJARAH PERKEMBANGAN
·         1950-1959: SISTEM EKONOMI LIBERAL (MASA DEMOKRASI LIBERAL)
·         1959-1966: SISTEM EKONOMI ETATISME (MASA DEMOKRASI TERPIMPIN )
·         1966-1998: SISTEM EKONOMI PANCASILA (DEMOKRASI EKONOMI )
·         1998-SEKARANG: SISTEM EKONOMI PANCASILA (DEMOKRASI EKONOMI) YANG DALAM PRAKTEKNYA CENDERUNG LIBERAL
A.PELAKU-PELAKU EKONOMI  DALAM SISTEM PEREKONOMIAN      INDONESIA
Setiap negara mempunyai permasalahan ekonomi dan setiap negara mempunyai cara tersendiri dalam mengatasi. Ada negara yang dengan tegas menentukan bahwa pemerintah yang harus mengatasi stiap masalah ekonomi,dan pemerinlah yang harus mengataasi setiap masalah ekonomi,dan pemerintahlah pula yang mengatur semua kegiatan ekonomi.
Sebaliknya ada negara yang berpendapat bahwa dalam mengatasi setiap pihak swasta.Selain itu adaa juga negara yang mencari jalan tengah antara keduanya.Bagaimana setiap negara menjawab permasalahan-permasalahan ekonomi menunjukkan sistem  ekonomi yang dianutnya. Dalam rangka menjalankan sistem ekonominya,negara akan membutuhkan pelaku-pelaku ekonomi.Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai bagaimana bentuk-bentuk sistem yang ada di dunia dan siapa saja pelaku-palaku ekonominya.
Dan disini terdapat pelaku-pelaku utama dalam sistem perekonomian indonesia  :
·         PT. PERTAMINA
·         Pemerintah ( BUMN )
·         Swasta ( BUMS )
·         Koperasi







Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negarauntuk mealokasikan sumber daya yang dimilikinya baikkepada individu maupun organisasidinegara tersebut.Perbedaan  mendasar antara sebuah sistem ekonomidengan ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya,semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua ekstrim tersebut. Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan  dari cara sistem tersebut mengatur  produksi dan alokasi.Sebuah perekonomian terencana (planned economies )memberikan hak kepada pemerintahuntuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi produksi. Sementara pada perekonomian pasar(market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan  per mintaan.

SISTEM EKONOMI DAN PERSOALANYA
1.Sistem ekonomi
Setiap negara pasti memilki sistem ekonomi. Pilihan terhadap sistem ekonomi yang di anut oleh suatu negara tergantung pada kesepakatan nasional negara tersebut.Biasanya, kesepakatan nasional ini berdasarkan UUD yang dimiliki. Di samping itu, undang-undang dasar, falsafah dan ideologi negara juga sangat mempengaruhi sistem ekonom suatu negara. Sistem ekonomi adalah strategi suatu negara kehidupan negara mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran.

2.Tiga persoalan pokok Ekonomi
Tiga persoalan ekonomi tersebut diringkas ke dalam tiga kata tanya
Dalam bahasa inggris : What(Apa ), How (Bagaimana), dan For Whom (Untuk Siapa)

A.Jenis dan Jumlah barang serta Jasa yang harus diproduksi(W hat).
What adalah pemilihan jumlah serta jenis barang dan jasa yang harus dihasilkan. What menunjukkan pesoalan yang dihadapi oleh setiap sistem ekonomi yang terkait dengan pertanyaan: Jenis barang apakah yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya?

B.Cara Sistem Ekonomi menghasilkan Barang dana Jasa(How).
How adalah pemilihan cara menghasilkan barang dan jasa. How menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh sistem perekonomian yang terkait dengan pertanyaan: Bagaimana menghasilkan barang dan jasa. Untuk mencapai kemakmuran. Artinya, setiap sistem ekonomi harus dapat menjawab persoalan cara yang ditempuh oleh suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa.

C.Cara Distribusi Barang dan Jasa (For Whom).
For Whom adalah pemilihan kelompok masyarakat yang harus menikmati barang dan jasa yang dihasilkan. For Whom menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh setiap sistem ekonomi yang berkaitan dengan pertanyaan untuk siapa sebenarnya barang dan jasa diproduksikan? Artinya, setiapsistem ekonomi harus dapat menjawab persoalan mengenai kelompok masyarakat mana yang harus menikmati barang atau jasayangdihasilkan oleh perekonomian suatu negara. Jadi sebenarnya persoalan for whom juga berkaitan dengan cara distribusi barang dan jasa yang dihasilkan negara.


Tiga Sistem Ekonomi Utama

Sistem ekonomi merupakan aturan-aturan yang digunakan dalam kehidupan perekonomian. Kita dapat membedakannya ke dalam tiga macam sistem yang lazim dijalankan oleh suatu negara, yaitu sistem ekonomi liberal (pasar bebas), perencanaan sentral, dan campuran.

a. Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Sistem ekonomi pasar bebas adalah pengaturan kehidupanekonomi diserahkan pada mekanisme pasar.

b. Sistem Ekonomi Perencanaan Sentral

Sistem ekonomi perencanaan sentral adalah pengaturan
kehidupan ekonomi dikelola langsung oleh negara.

c.Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah pengaturan kehidupan
ekonomi dikelola bersama oleh swasta dan pemerintahIndonesiaterlaluMeniruSistemPerekonomian AsingIndonesia dinilai terlalu meniru sistem ekonomi di luar negri. Padahalsistem tersebut belum tentu tepat diaplikasikan di dalam negri.
Tidak bisa diaplikasikannya sistem pemasaran yang ada di luar negri karena faktor perbedaan. Di luar negri, kondisi masyarakat, ekonomi dan politik cenderung stabil. Segala hal juga dapat diperediksi dan sistem hukum yang ada dapat diandalkan. Sementara kondisi tersebut belum terjadi di negara berkembang seperti Indonesia.

Kondisinya beda. Sistem, masyarakat, gaya hidup mereka hingga pemerintahan itu berbeda. Kita baru akan bangun masyarakat hukum sementara di sana sudah jalan lama.

 A.ARTI SISTEM
Banyak ahli di berbagai disilpin ilmu mengemukakan pendapatnya mengenai arti sisstem. Namun,apapun definisinya suatu sistem perlu memiliki ciri sebagai berikut ( suroso, 1993 )

·Setiap sistem memiliki tujuan
·Setiap sistem mempunyai batas yang memisahkan dari lingkungan
·Walau mempunyai batas, sistem tersebut bersifat terbuka,dalam arti berinteraksi juga dengan lingkungan
·Suatu sistem tersebut terdiri dari beberapa subsistem yang bisa juga disebut dengan bagian,unsur,atau komponen.
·Walau sistem tersebut terdiri dari berbagai komponen, bagian,atau unsur-unsur,tidak berati bahwa sistem tersebut merupakan sekedar kumpulan dari bagian-bagian,unsur,atau komponen tersebut,melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu, atau memiliki sifat “wholism”

.Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri,maupun antara sistem dengan lingkungan
·Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses tranformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran.
·Di dalam setiap sistem mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik.
·Karena adanya mekanisme kontol itu maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otomatik.

B.PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN PADA UMUMNYA

Subsistem, itulah sistem perekonomian yang terjadi pada awal peradaban manusia. Dengan karakteristik prekonomian subsistem,orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini produksi,hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompoknya saja.

Dengan kata lain pada saat itu oreng belum teralu berfikir  untuk melakukan kegiatan enkonomi untuk pihak lain,apalagi demi keuntungan.Kalaupun orang  tersebut harus berhubungan dengan orang lain untuk mendapatkan barang lain,sifatnya adalah barter,untuk kepentingan maing-masing pihak.

Dengan semakain berkembang jumlah manusia beserta kebutuhannya,semakin dirasakan perlunya sistem perekonomian yang lebih teratur dan terencana.



C.PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
    

1. Perkembangan sistem ekonomi sebelum orde baru
    

Sejak berdirinya negara Republik Indonesia,banyak sudah tokoh-tokoh negara pada saat itu telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia,baik secara individu maupun melalui diskusi kelompok.

      Sebagai contoh, Bung Hatta sendiri,semasa hidupnya mencetuskan ide,bahwa dasar perekonomian indonesia yang sesuai dengan cita-cita tolong menolong adalah koprasi ( Moh. Hatta dalam Sri-Edi Swasono, 1985 ), namun bukan berati semua kegitan ekonomi harus dilakukan cecara koperasi,pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi koperasi.

      Demikian juga dengan tokoh ekonomi indonesia saat itu,Sumitro Djojohadikusumo,dalam pidatonya di negara Amerika tahun 1949,menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran.

Namun demikian dalam peroses perkembangan berikutnya disepakatilah suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut  Demokrasi Ekonomi.

    
Terlepas dari sejarah yang akan menceritakan keadaan yang sesungguhnya penah terjadi di indonesia,maka menurut UUD’45,sistem perekonomian tercantum dalam pasal-pasal 23,27,33,dan 34.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian
http://www.scribd.com/doc/21244026/EKONOMI-Sistem-Perekonomian-Indonesia
           http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf
http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:PelakuPelaku_Ekonomi_Dalam_Sistem_Perekonomian_Indonesia_8.2%28BAB_15%2
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/10/sistem-perekonomian-indonesia-16/
http://mertodaily.com/index.php/component/content/article/36-domestic-economic-news/385-prospek-perekonomian-indonesia-2011


EKONOMI PEMBANGUNAN




Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan  memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertaidengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan  kapasitas produksi suatu perekonomian  yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan  dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2004-2009 Reformasi sistem politik di Indonesia baik yang bersifat  ke lembagaan maupun  perundangan  memunculkan model perencanaan dan kebijakan  pembangunan nasional yang baru mengantikan model perencanaan dan kebijakan lama. Muara dari reformasi ini adalah keinginan untuk melakukan perbaikan-perbaikan atas kelemahan-kelemahan yang timbul dari praktik perencanaan pembangunan maupun kebijakan pembangunan yang sebelumnya pernah diterapkan demi pencapaian tujuan kesejahteraan rakyat sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.Dalam konteks ini, Pemerintah dan DPR menyepakati pengundangan UU Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai landasan bagi proses perumusan program pembangunan baik dalam jangka panjang, menengah maupun tahunan. Berkaitan dengan program pembangunan jangka menengah, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 7tahun 2004 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2004-2009 sebagai pedoman bagi penyusunan rencana kerja tahunan pemerintah.

Secara singkat, model dan alur perencanaan pembangunan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dalam dijelaskan dalam diagram berikut ini.Sejalan dengan amandemen UUD 1945 ketiga tahun 2001, Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak lagi memegang kedaulatan negara tertinggi. Selainitu, MPR juga tidak lagi memiliki kewajiban untuk menetapkan GBHN.Dengan berlakunya amandemen Undang-Undang Dasar 1945 hingga amandemen keempat, telah terjadi perubahan dalam pengelolaan pembangunan,yaitu:Penguatan kedudukan lembaga legislatif dalam Penyusunan Anggaran Pendapat anda Belanja Negara (APBN);Ditiadakannya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai pedoman penyusunan rencana pembangunan nasional; dan Diperkuatnya Otonomi Daerah dan desentralisasi pemerintahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.Pemilihan  presiden  secara  langsung sebagai hasil perubahan UUD 45 dan ditiadakannya GBHN sebagai pedoman Presiden untuk menyusun rencana.

pembangunan serta pemberlakuan UU Nomor 32 tahun 2004, sebagai amandemen UU Nomor 22 tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah yang memungkinkan penyelenggaraan otonomi daerah dengan kewenangan yang lebih luas, nyata dan bertanggung jawab kepada Daerah menjadi landasan perlunya sistem perencanaan pembangunan nasional. Pemberian kewenangan yang luas kepada Daerah juga membawa konsekuensi diperlukannya langkah koordinasi dan pengaturan untuklebih mengharmoniskan dan menyelaraskan pembangunan, baik pembangunan nasional, pembangunan daerah, maupun pembangunan antar daerah. Untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan diatas, pada tanggal 5 Oktober 2004 Pemerintah dengan persetujuan DPR menerbitkan Undang-Undang Nomor 25tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Melalui UU Nomor 25 tahun 2004, bangsa Indonesia memasuki  era baru dalam sejarah pembangunan nasional untuk menjamin kegiatan pembangunan yang berjalan secara efektif, efisien, dan bersasaran dalam rangka mewujudkan tujuan Negara sebagaimana diamanahkan oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Faktor mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi

faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.

-          Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.

-          Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi
-          Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
-          Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
-          Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
-          Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
-          Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
-          Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak

Pembangunan ekonomi
-          Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan     produk per kapita.
-          Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
-          Memperhatikan pertambahan penduduk.
-          Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
-          Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.

Dampak Positif Pembangunan Ekonomi


-          Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
-          Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
-          Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
-          Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan dinamis.
-          Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini, dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi

-          Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup.
-          Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.
-          hilangnya habitat alam baik hayati atau hewani.

Sumber  : http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_ekonomi
                 http://id.scribd.com/doc/25547694/MAKALAH-EKONOMI-PEMBANGUNAN



















Minggu, 14 Oktober 2012

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG


THE ACCAUNTING CYCLE

Siklus akuntansi adalah proses penyediaan informasi keuangan yang meliputi tahap pencatatan dan ikhtisar sampai dengan tahap penyusunan laporan keuangan berdasarkan tahapan-tahapan penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan adalah sebuah bentuk penyampaian informasi keuangan kepada pemakai informasi dalam bentuk debit dan kredit agar mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat di bandingkan.

Secara garis besar siklus akuntansi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Siklus akuntansi perusahaan jasa dan siklus akuntansi perusahaan dagang. Terdapat perbedaan cukup signifikan antara kedua siklus akuntansi tersebut. Untuk memahami lebih lanjut tentang perbedaan bentuk siklus akuntansi perusahaan dagang dengan siklus akuntansi perusahaan jasa, dapat dilihat pada informasi berikut:

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Secara umum bentuk siklus akuntansi perusahaan jasa meliputi:

1. Pembuatan bukti transaksi
2. Membuat jurnal/buku harian atas transaksi yang terjadi sesuai berdasarkan tanggal transaksi
3. Pemindahbukuan dari jurnal ke buku besar (pembuatan buku besar)
4. Membuat ayat jurnal penyesuaian
5. Pembuatan kertas kerja
6. Menyusun laporan keungan
7. Membuat jurnal penutup
8. Penutupan buku besar
9. Neraca sisa/saldo setelah penutupan
10.Membuat jurnal pembalik

siklus akuntansi perusahaan dagang pada dasarnya
mempunyai tahapan sama dengan tahapan siklus akuntansi perusahaan
jasa, meliputi proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan
pelaporan. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar, yaitu :

1. Karakteristik perusahaan dagang, tahapan dalam siklus akuntansi perusahaan dagang,
dan proses pencatatan transaksi akuntansi dengan menggunakan jurnal umum.

2. Proses pencatatan transaksi akuntansi dengan menggunakan
jurnal khusus dan posting jurnal-jurnal khusus ke dalam buku besar umum
dan buku besar pembantu.

3. Siklus akuntansi untuk perusahaan dagang
sampai dengan penyusunan laporan keuangan.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan adanya beberapa perbedaan antara perusahaan jasa dan dagang.
Seperti hal-nya dalam perusahaan jasa,maka dalam perusahaan dagang pun siklus akuntansinya terdiri dari :
a.jurnal (buku harian)
b.posting
c.neraca saldo
d.ayat jurnal penyesuaian
e.neraca lajur
f.laporan keungan
g.ayat jurnal penutup
h.neraca saldo setelah penutup

Jurnal Khusus
Jurnal khusus adalah jurnal yang secara khusus digunakan untuk mencatat transaksi yang sering terjadi berulang ulang. Tujuan jurnal khusus.
1.Mengelompokan transaksi yang sering terjadi
2.Mengurangi pekerjaan posting kebuku besar
3.Sebagai pengendali intern
Tujuan Jurnal khusus
tujuan dan bentuk dari jurnal-jurnal khusus yang dipergunakan oleh perusahaan perdagangan sudah tentu akan berbeda antara satu dengan yang lain, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Pada perusahaan-perusahaan yang berukuran sedang, jurnal khusus yang paling sering dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang umumnya meliputi:

Jurnal
Mencatat Transaksi
Jurnal Penjualan (Sales Journal)
Penjualan secara kredit
Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipts Journal)
Penerimaan uang kas dari segala sumber
Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
Pembelian barang dagangan dan barang-barang lain secara kredit
Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payments Journal)
Pengeluaran uang kas untuk segala tujuan
Jurnal Umum (General Journal)
Transaksi yang tidak bisa dicatat ke dalam keempat jurnal khusus di atas

Contoh :
Penjualan
Penjualan barang dagang secara tunai dicatat sebagai debit pada akun kas dan kredit pada akun penjualan. Dalam praktek, biasanya penjualan secara tunai ini dicatat dalam buku penerimaan kas.
Penjualan barang dagang secara kredit dicatat sebagai debit pada akun piutang dagang dan kredit pada akun penjualan.

Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
2005
Okt 11

Piutang Usaha
Penjualan

121
411

Rp      100.000,-


Rp     100.000,-

Untuk menghindarkan pencatatan yang berulang-ulang atas transaksi penjualan secara kredit dapat digunakan sebuah jurnal khusus, yaitu jurnal penjualan.
Setiap pencatatan ke dalam jurnal harus didasarkan atas suatu dokumen yang merupakan bukti dari transaksi penjualan, biasanya disebut dengan faktur penjualan. Salah satu contoh faktor penjualan nampak seperti di bawah ini.


PD HENDRA
Jalan D. Tondano 19 Malang



Kepada yth.                                                              Malang, 2 Desember 2005
PD Garuda
Kompleks Pertokokan Sawojajar
Malang

Banyaknya
Keterangan
Harga Satuan
Jumlah
750
20
20
Beras
Gula
Minyak Goreng
6.000
15.000
7.500
4.500.000
600.000
300.000
Jumlah
5.400.000


Hormat kami,



Wijayanto
Kepala Bagian Penjualan

Sumber :

http://id.scribd.com/doc/48723579/Siklus-Akuntansi-Perusahaan-Dagang
http://ulatmedia.blogspot.com/2012/06/siklus-akuntansi-perusahaan-dagang-dan.html
http://ekonomiakuntansievy.blogspot.com/2012/04/siklus-akuntansi-perusahaan-dagang.html